Perang ksatria berkuda di Pasola Sumba

Ksatria

“Rinduku pada Sumba adalah rindu padang-padang terbuka/ Di mana matahari bagai bola api, cuaca kering dan ternak melenguh/ Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda/ Yang turun menggemuruh di kaki bukit-bukit yang jauh.” – Taufiq Ismail (Beri Daku Sumba, 1970)

Para ksatria Pasola yang akan bertarung dibagi ke dalam dua kelompok besar. Setiap kelompok beranggotakan 100 orang, yang masing-masing dipersenjatai sebuah lembing kayu sepanjang 1,5 meter. Masing-masing ksatria menunggang kuda Sumba yang merupakan hasil perkawinan silang kuda lokal dengan kuda Arab. Kuda Sumba dipercaya sebagai persilangan kuda terbaik di Indonesia.

Setiap tim berusaha menjatuhkannya tim lawan dengan menjatuhkannya dari kuda. Ksatria yang tersungkur pantang untuk diserang oleh tim lawan. Raut gembira tampak di wajah para ksatria Pasola yang berhasil menjatuhkan lawan dengan lembing yang dilemparnya. Setiap darah yang menetes dalam pelaksanaan Pasola ini dipercaya berkhasiat menyuburkan tanah dan menjamin kesuksesan panen. Karena lembing yang dipakai sebagai senjata berujung tumpul, hampir tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam ritual ini. Jika sampai ada kematian, pertanda telah terjadi pelanggaran norma adat yang dilakukan oleh warga tempat pelaksanaan Pasola.

Pasola adalah bagian dari rangkaian tradisi Sumba yang menganut agama kepercayaan Marapu di Nusa Tenggara Timur. Festival ini biasanya diselenggarakan sebelum upacara perburuan cacing laut Bau Nyale yang dilasanakan di beberapa lokasi tertentu di pantai selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bau Nyale biasa digelar setiap tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak, atau lima hari setelah purnama di bulan Februari atau Maret.

Para rato (raja) adat berunding dengan kepala desa dan pejabat pemerintah daerah lainnya untuk menentukan waktu pelaksanaan Pasola. Layaknya penentuan momen-momen religius lainnya, waktu Pasola ditentukan oleh posisi bulan. Awal Pasola dihitung mulai dari munculnya bulan purnama Naalbukolo yang jatuh pada bulan Februari.

Sumber: Wego

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s