TERNAK PUNYA PERAN PENTING BAGI MASYARAT SUMBA

Sumba-Sumba  mungkin sebagian orang mendengar namanya dan mengaguminya lantaran kemegahan megalitik marapunya serta ketangkasan dan kesatriaan para umbu di punggung kuda sandelwood dalam pesona perang pasola. Namun kini Sumba dikenal sebagai wilayah pengembangan ternak. Ternak dalam masyarakat Sumba  telah menyatu dengan ritual adat serta kearifan lokal. Karena kepemilikan ternak merupakan simbol kesejahteraan dan strata sosial dalam masyarakat Sumba.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya pada acara tatap muka bersama Presiden Republik Indonesia, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono bersama masyarakat Desa Maubokul Kecamatan Pandaiwai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/7) lalu.

Menurut Gubernur Lebu Raya, sejak dahulu kala masyarakat Sumba dikenal sebagai komunitas peternak, adat istiadat dan prosesi di dalamnya dibangun berlatar pada ternak serta berperan dan menyokong harga diri setiap warga di daerah Sumba ini.  “Untuk itu hewan adat masyarakat Sumba adalah kerbau, sapi, kambing dan babi,” jelas Gubernur.

Pada bagain lain sebut Gubernur, Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan beberapa kebijakan untuk percepatan pembangunan diantaranya, sejak tahun 2011 telah meluncurkan program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah pada 287 Desa/Kelurahan dan pada tahun 2012 ini program yang sama diluncurkan untuk 298 desa/kelurahan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 250 juta per desa/kelurahan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saat ini NTT telah mempersiapkan Sail Komodo 2013.  Untuk itu  saya berharap Bapak Presiden berkenan hadir untuk penyelenggaraan Sail Komodo 2013. Kami juga telah menata 200 desa wisata yang diintegrasikan dengan kawasan wisata serta bertekad menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Povinsi Ternak, Provinsi Cendana, dan Provinsi Koperasi untuk mendukung penetapan NTT dalam koridor V Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI ),” ucap Gubernur Lebu Raya.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatan, hamparan padang yang begitu  luas serta ribuan ternak yang berkembang biak didalamnya merupakan suatu keindahan yang dimiliki masyarakat di Pulau Sumba. “Pemerintah akan terus memberikan atensi untuk pengembangan wilayah di Provinsi NTT ini,” ujar Presiden SBY, berjanji.

Secara nasional kata Presiden SBY, ada sejumlah provinsi yang harus mendapat anggaran yang lebih agar provinsi itu benar-benar bisa sejajar dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. “Ke depan Indonesia akan maju tergantung dari ekonominya. Dan pemerintah akan terus berjuang dan memperhatikan pengembangan lebih banyak lagi sehingga NTT bisa terwujud menjadi gudang ternak dan menjadikan NTT sebagai penyangga daging sapi secara nasional,” tandas Presiden SBY.

Ikut hadir bersama rombongan Presiden SBY antara lain, sejumlah Menteri  Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI, Kapolri. Sedangkan para pejabat yang mendampingi Gubernur Lebu Raya antara lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi NTT, Johana Lisapaly, SH, M.Si, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, para Bupati sedaratan Sumba, para  Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta undangan lainnya.

(rey)

sumber: http://www.suryainside.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s