Anak Petani Sukses Dari Balik Gunung Lakaan

 

PetaniTepatnya tanggal 4 November 1977 di kaki Gunung Lakaan Kota Atambua lahirlah seorang bayi laki-laki mungil berparas wajah bulat dan mudah senyum ketika disapa. Lalu bayi mungil itu diberikan namanya,Yoseph Bere oleh kedua orangtuanya,Hendrikus Koli dan Juliana Koe.Dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani di daerah desa dirun dusun sisi Fatuberal Kecamatan Lamaknen. Ia anak ke 6 dari 8 bersaudara. keluarganya tidak mampu untuk membiaya sekolah nya, sampai dia beranjak  dewasa dia berfikir untuk merantau ke daerah provinsi ke-27 Timor-Timur saat itu, sekarang menjadi Negara Timor Leste.

 

Selama kurang lebih 20 tahun di Dili Ibu Kota Provinsi Timur-Timur,dia menjalani hidupnya dengan penuh ketabahan bersama kakak sulungnya, Hendrikus Loi Mau, S.AP.Selama menjalani kehidupannya Dili, ia tidak berputus asa untuk menlanjutkan pendidikannya mulai dari tingkat  sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.Kemudian tahun 1985 kakak sulungnya Hendrikus Loi Mau,S.AP  mendaftarkan dirinya di SDN VII Dili. Tamat dari SDN VII Dili tahun 1990 kemudian tahun 1991 ia melanjutkan pendidikannya di SPMN III Dili. Tahun 1993 tamat dari SPMN III Dili, kemudian tahun 1994 ia melanjutkan lagi pendidikannya di STMN Dili. Ketika tamat dari STMN Dili tahun 1996 ia langsung mendapat pekerjaan di kantor perhubungan dalam usia 18 tahun.Apapun tantangan dan rintangan ia selalu hadapi dengan penuh senyum dan ketabahan sesuai dngan motto dalam hidupnya,”niatmu ada dalam hatiku”.

 

Sikap tegar dan tegas dan kemudian setelah diangkat menjadi pegawai negeri sipil dia kemudian ditempatkan di Kantor Pelabuhan Oekusi,kemudian tahun 1999 ia dipindahkan lagi ke kantor Dinas perhubungan Provinsi NTT.Kurang lebih enam bulan ia bertugas di Dinas perhubungan Provinsi NTT di Kupang,lalu kemudian dipindahkan lagi ke Pelabuhan Atapupu dengan jabatan Kepala Bagian Tata Usaha hingga tahun 2011 diangkat oleh mentri perhubungan Republik Indonesia menjadi Kepala Pelabuhan Baranusa Alor  dengan gelar sarjana sosial politik (S.IP) pada Universitas Fajar Timur (STISIP) Atambua angkatan pertama tahun akademis 2008.

 

Kepercayaan yang diberikan kepada dirinya oleh mentri perhubungan Republic Indonesia itu,Yosep Bere,S.IP menerimanya dengan lapang dada walau tugas itu awalnya berat karena harus tinggalkan keluarga,isteri dan anak-anak.Namun bagi dirinya prinsip bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hidup bermasyarakat,untuk itu kita harus salurkan kemampuan untuk berbuat,”dengan motto;”Niatmu selalu ada dalam hatiku,”.

 

Dengan motto yang selalu tertanam dalam sanubarinya itu,dia berjuang dan mendorong lahirnya generasi baru demi membangun masyarakat Belu yang cerdas,mandiri dan adil.Untuk itulah dirinya berjuang dan berjuang dalam hidupnya sebagai seorang birokrasi tulen,walaupun terkadang tidak mampu untuk menjalaninya,namun perjuangan itu ia terus embankanuntuk mewujudkan amanah yang telah diberikan oleh kedua orangtua sejak masih kecil.

 

Baginya, “Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berdoa, inysa Allah semua cita-cita akan tercapai,” katanya. Motivasi inilah yang membuatnya terus bersemangat dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu,baik ilmu politik maupun ilmu sosial yang ia geluti hingga mendapat gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP) angkatan pertama di Universitas Fajar Timur Atambua pada tahun 2008.

 

Saat ini dia telah memiliki keluarga yang bahagia ia berhasil menjadi seorang teladan bagi keluarganya. ia tidak habis-habisnya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kelimpahan kasih dan karunianya . ia tidak ingin anak-anaknya mengalami apa yang ia rasakan dan sampai sekarang tetap berjuang keras dan tidak akan padam perjuangan dia untuk keluarga dan orang-orang sekitar.Jiwa kebapaan dan sikap ramah terhadap sesama merupakan salah satu kunci kesuksesannya dalam menjalan tugas sebagai abdi Negara dengan mengutamakan disiplin,tegas dan tekun,sabar dalam menghadapi tantangan dan rintangan,karena orang yang tidak berdisiplin dan tidak sabar maka semua perjuangan yang dicita-citakan pasti semuanya akan sirna di telan badai.

Demikian Prestasi-demi Prestasi yang di raihnya dalam usia yang masih sangat relatif muda. Begitulah indah rencananya,sehingga putera kelahiran di balik gunung lakaan ini terus berjuang dan berjuang agar ke depan Kabupaten Belu bisa berubah wajahnya.Paling tidak  wajah baru yang didiamkan dan selalu tertanam dalam hatinya dapat terwujud demi kedaulatan perbatasan NKRI-RDTL ini.(anis ikun).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s