PUISI-PUISI MARGARETH FEBHY IRENE, II

Penjara Suci
Arang-arang memerah,
unggun kecil tercipta
Bernyala-nyala dalam persembunyian kelam
Bukan tuk membakar dalam kobaran ,
sekedar kehangatan niatnya
Memukau semilir sepoi ,
tak sembunyikan sinar terang

Ada siapa dibalik  tempat tak
berpenghuni  karena sepi
Sembunyikan pancaran
berbinar tak melintas tinggi
Seseorang  menunggu lama ,
menepi  pada pagar  tua
Ada yang dinantikan pada
kepastian langkah -langkah kecil

Payung kertas kian bening
menutup pening dari  kerutan kening
pintuh itu terbuka pasti,
deringan langkah mulai terdengar perlahan
barisan jubah-jubah putih
menebar senyum-senyum
yang tersimpul  rapi
tidak rumit tidaklah siapapun terambigu

soneta tak lagi mampu menjerat lidah
hingga bibirpun bersuara
lukisan wajahmu putih bersi ,
aku tahu ada puisi-puisi klasik
yang engkau simpan tenang
bolehkah aku memyuarakan
tinta beku dalam  intonasi?
dimana kau menetapkan raga,
katakan .. ku ingin mendengar

“Penjara Suci.. itulah rumahku,
mampirlah kan ku sugguhi engkau secawan anggur ”
Tak terlepas,
terkubur aku menatap tak lagi berkedip
Sungguh indah seribu kasih
ada dibalik jubah sang pemilik penjara suci
Ingatlah ia kelak berkelana
mewartakan keanggungan Tuhanku

Sumber : Pos Kupang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s