Memperingati Harkitnas Dengan Jiwa Revolusioner Bung Karno

Harkitnas

Sebentar lagi bangsa kita akan merayakan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei. Peringatan ini untuk mengenang jasa para intelektual dan pemuda, yang ikut didorong Dr Sutomo mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 8 Mei 1908. Organisasi inilah yang merupakan cikal bakal lahirnya hari kebangkitan nasional, kemudian diikuti dengan lahirnya  berbagai organisasi pemuda, yang mencerminkan mulainya kebangkitan  bangsa, antara lain Jong Java, Jong Sumatra,  Jong Celebes, Jong Ambon.

Kebangkitan bangsa yang dirintis oleh Boedi Oetomo ini lebih menonjol lagi dengan berlangsungnya Kongres Pemuda dalam tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda (Satu bangsa, satu tanahair, satu bahasa) yang menjadi kebanggaan sebagai pemersatu bangsa Indonesia, sampai sekarang ini. Entah berapa puluh ribu jiwa yang telah dikorbankan untuk itu semua, sehinggga bangsa kita bisa merdeka.

Di Nusa Tenggara Timur, dalam memperingati hari kebangkitan nasional ini selalu dimeriahkan dengan berbagai acara dan upacara seremonial mengenang perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kebangkitan bangsa hingga pada proklamasi kemerdekaan RI pada tahun 1945 yang dipelopori oleh Bung Karno.

Harkitnas yang dirayakan secara seremonial ini dirasakan belum cukup memaknai jasa para pahlawan yang berjuang untuk memerdekakan negara ini. Karena masih banyak persoalan yang butuh perhatian serius dari anak-anak bangsa ini, termasuk tokoh-tokoh dan anak-anak di NTT, salah satunya adalah masalah kemiskinan. Masalah kemiskinan ini adalah yang harus ditangani dengan serius oleh tokoh-tokoh pemangku kepentingan di daerah ini.

Masalah kemiskinan yang masih terus terlihat ditengah masyarakat ini membuat banyak orang mengartikan “NTT”, Nanti Tuhan Tolong, Nasib Tak Tentu, dan berbagai macam paradigma lainnya yang menyudutkan NTT. Namun, pemerintah tidak pernah diam dengan persoalan kemiskinan ini. Berbagai upaya telah dilakukan melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh hingga pedesaan dan keluarga miskin, seperti dengan semangat “Angggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera” (Anggur merah) yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Esthon Foenay yang dijabarkan dalam 8 agenda pembangunan dan 4 (empat) tekad pembangunan di Provinsi NTT.

8 Agenda pembangunan meliputi, SDM yang berkualitas, Peningkatan kesehatan; Ekonomi kerakyatan; Pembangunan dan peningkatan infrastruktur; Supremasi hukum; Tata ruang dan lingkungan hidup; Kesetaraan gender; dan Penanganan masalah : kemiskinan, wilayah perbatasan, provinsi kepulauan, daerah rawan bencana. Sedangkan 4 (empat) tekad pembangunan, meliputi, NTT sebagai provinsi jagung; Memulihkan NTT sebagai gudang ternak; Mengembalikan keharuman cendana; dan Menjadikan NTT sebagai provinsi koperasi.

Upaya pemerintah itu terbilang cukup berhasil dengan menurunnya angka kemiskinan di NTT, seperti 2008 angka kemiskinan di NTT 25,65 persen dan tahun 2012 turun menjadi 20,48 persen. Sejalan dengan meningkatnya, pendapatan perkapita masyarakat yang mengalami kenaikan dari Rp 4 juta menjadi Rp 6 juta. Namun, kenaikan itu belum mampu menuntaskan masalah kemiskinan di daerah ini secara keseleruhan.

Namun persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah dan masyarakat NTT yang harus dikerjakan dan diselesaikan untuk menghilangkan stigma miskin dengan menanamkan ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional akan menjadi ritual yang hampa atau mati yang hanya berisi pidato-pidato kosong, artinya rethorika yang serba munafik dan upacara hura-hura yang penuh kepalsuan, kalau tidak  diisi dengan penanaman ajaran-ajaran revolusioner dalam rangka nation building and character building dan pemupukan semangat perjuangan untuk kepentingan rakyat banyak.

Di antara ajaran-ajaran revolusioner itu adalah berbagai gagasan besar  Bung Karno untuk terus-menerus menjebol dan membangun dalam rangka meneruskan revolusi yang belum selesai menuju tercapainya masyarakat adil dan sejahtera. (Lorens M. Dadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s