Tangisan Janda 12 Cucu Berharap Kapolda Ada Perhatian Pada Kasusnya

Nenek(Kupang)- Dengan berderai air mata membasahi kedua belah pipinya, Janda Nancy Lepez  yang diketahui memiliki 12 cucu dari keempat anak yang dilahirkannya, berharap Kapolda Nusa Tenggara Timur memperhatikan laporan kasusnya tentang penggelapan sertifikat tanah milik dirinya yang sudah dilaporkan 4 bulan yang lalu. Lebih lanjut Nency kepada wartawan menjelaskan kronologis bagaimana sertifikat tanah miliknya yang merupakan warisan dari keluarga Lepes dan bukan harta gono-gini dari Nancy Lepez dan almarhum Suaminya, digelapkan oleh Rischard Manu Bulu yang merupakan anak mantunya sendiri. Menurut Nancy sudah berulang kali dirinya meminta kembali setifikat tanah keturunannya, tapi berbagai alasan dari menantunya dengan mengatakan belum ada waktu, setelah itu ketika dimintainya lagi Richat mengatakan belum sempat berpikir, ketika nancy pergi lagi menemui Richat, dikatakannya nanti tepat ulang tahun Nancy akan diserahkan, kematian suaminya sudah 3 tahun dan ulang tahunnya sudah ketiga kalinya juga sertifikat itu tidak kunjung datang. Kebiasaan ini mungkin melekat pada pejabat yang menjabat sebagai kepala Sub Bagian Kerja Sama pada Universitas Nusa Cendana yakni Rischard Manu Bulu.

Pada saat terakhir janda Nency belum lama memintanya lagi serifikatnya dirumah Richat, dengan teganya Rischard Manu Bulu meminta kepada janda yang merupakan mertuanya untuk menebus sertifikat yang digelapkan itu, karena sertifikat tersebut Rischad telah menggadaikan kepada Geroge Samuel.  Kemarahannya membawa Nency untuk melaporkan anak mantunya yang memang sudah keterlaluan tegaan membuat mertuanya sendiri.

Lebih lanjut tutur Nency, yang dikonfirmasi tim Surya Inside mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan atas kasus penggelapan tanah dari anak mantunya sendiri yang sedang ditangani pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dengan nomor laporan Polisi STTL/76/II/2013/SPKT. Menurutnya, masalah ini sebenarnya sudah seharusnya dikonfrontir antara Richart dan dirinya, tapi polisi hanya mempertemukan Nency dengan istri Richat yang nota benenya anak kandung Nency. Janda Nency berharap harusnya sudah  diselesaikan oleh pihak kepolisian untuk penanganan hukum selanjutnya kepengadilan, namun karena sangat lamban akhirnya persoalan ini terus berlarut-larut hingga memasuki bulan ke-4 pada bulan Juni ini, tutur Nancy Lepes.

“saya memang sangat menyesal dengan perlakuan pihak Polda karena terlalu lama mengurus kasus seperti ini, padahal ini sudah masuk pada bulan ke-4. Saya berharap tidak dialami oleh pihak penyidik oknum polisi,  sehingga mereka tidak merasakan hal yang sama seperti yang saya alami ini”, ungkapnya dengan miris dan penuh kesal.

Ketika tim Surya Inside mendatangi Rektor Universitas Nusa Cendana untuk dikonfirmasi terkait jabatan yang melekat pada Rischard Manu Bulu yang menggelapkan serifikat tanah dan juga soal pemalsuan dokumen Mobil. Setelah tiba di Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Senin, 3/6, tim Surya Inside diterima oleh penjaga pintu rektor, Yeskial Manimau dengan mengatakan bahwa rektor tidak bisa menerima konfirmasi, lalu mengarahkan tim Surya Inside menuju ke Humas untuk menanyakan kepada David Sir, tetapi setelah tiba di Humas ternyata ruang humas tidak berpenghuni saat itu.

Lalu salah dari tim Surya Inside menghubungi David Sir selaku Kepala Humas melalui telepon selulernya, David mengatakan bahwa betul Richat Manubulu adalah Kepala Sub Bagian Kerja Sama pada Undana dan dirinya masih sedang berada di Bau-Bau Kabupaten Kupang untuk melayat dirumah duka sehingga tidak dapat dikonfirmasi lebih lanjut. Tim Surya Inside kembali lagi ke Penjaga Pintu Rektor, Yeskial Manimau.

Yeskial Manimau dengan Sok tahu mengatakan bahwa yang kalian tulis tentang Sertifikat tanah yang ada ditangan Rischard Manu Bulu adalah sertifikat yang diberikan bapak mantunya. Pernyataan Yeskial Manimau ini sepertinya sudah terpengaruh dengan informasi dari Rischard Manu Bulu karena jawaban itu menunjukan bahwa Yeskial seakan sudah mengetahui persoalan tersebut.

Sedangkan Yap Lepes sebagai kakak kandung  dari Nancy Lepes dan sebagai pemberi hak warisan kepada Nancy Lepes, mengatakan bahwa tanah yang sertifikatnya digelapkan oleh Rischard Manu Bulu adalah hak warisan pemberian orang tuanya untuk Nancy Lepes, bukan harta Gono-Gini dari Nancy Lepes dan almarhum suami Nancy Lepes. Sehingga nama yang tercantum dalam sertifikat itu adalah nama dari suadarinya Nancy Lepes, tandasnya.

Dia juga menambahkan bahwa Rischard dan istrinya jangan menganggap bahwa tanah itu sebagai harta gono-gini  dari bapak mereka, sebab Nancy pernah menyampaikan kepada kami bahwa tanah itu tetap miliknya dan nama dari sertifikat itu belum berubah, pungkas Yap Lepes mengingatkan keponakannya itu. (rey/surya inside)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s